Kompas Berita
KARAWANG,KompasBerita my.id Semarak Hari Santri 22 Oktober 2026 di SDN Kondangjaya 1 dimeriahkan dengan penuh khidmat dan antusiasme oleh seluruh warga sekolah. Meski persiapannya terbilang mendadak, pihak sekolah sukses menyelenggarakan rangkaian acara yang berkesan bagi para siswa pada hari Jumat, 23 Oktober 2026. Momentum ini sengaja dikemas untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan para santri terdahulu di era modern saat ini.
Agenda kegiatan pada hari Jumat tersebut terbagi menjadi tiga kegiatan utama yang berjalan berurutan secara teratur. Kegiatan pertama dimulai pada pukul 07.00 sampai 08.00 WIB dengan pelaksanaan salat Dhuha bersama dan doa bersama. Seluruh siswa dan guru tampak khusyuk mengikuti kegiatan pembuka ini untuk memohon keberkahan bagi sekolah dan bangsa.
Setelah kerohanian diperkuat, agenda dilanjutkan dengan kegiatan kedua yaitu gerak jalan atau pawai arak-arakan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Mengambil rute perjalanan dari sekolah menuju perumahan Griya Kondang Asri dan kembali lagi ke sekolah, pawai ini berhasil menarik perhatian warga sekitar. Para siswa berjalan dengan penuh semangat memeriahkan suasana. Setelah kembali ke sekolah, seluruh peserta diberikan waktu untuk beristirahat sejenak atau break sebelum melanjutkan ke acara puncak.
Memasuki agenda ketiga, suasana sekolah berubah menjadi penuh warna. Kegiatan penutup ini diisi dengan lomba mewarnai gambar yang mengusung tema Hari Santri Tahun 2026. Mengenai ketiadaan perlombaan kompetitif lainnya, Nana Sumarna selaku panitia menjelaskan bahwa keterbatasan waktu persiapan menjadi alasan utama. Fokus sekolah kali ini adalah pada kebersamaan dan esensi perayaan, sedangkan perlombaan besar biasanya akan dimaksimalkan pada peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang lain seperti Muharram atau Maulid Nabi.
Kepala Sekolah SDN Kondangjaya 1, Ariefa Nuzliatin, menyampaikan pesan historis yang mendalam di sela-sela kegiatan. Beliau mengingatkan bahwa secara sejarah, Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober ini merujuk pada momen saat pendiri Nahdlatul Ulama, Kyai Haji Hasyim Asy’ari, menggalakkan pergerakan Resolusi Jihad kepada para santri. Pada tahun 1945 setelah kemerdekaan Indonesia, tentara sekutu datang kembali untuk mengancam kedaulatan negara. Di masa genting itulah, para santri di bawah arahan KH Hasyim Asy’ari berinisiatif turun ke medan perang melawan penjajah. Fakta sejarah ini membuktikan bahwa peran santri tidak hanya belajar ilmu agama di dalam pesantren, tetapi juga menjadi garda terdepan pembela tanah air.
Melalui kilas balik sejarah tersebut, pihak sekolah berharap kisah heroik ini dapat menjadi motivasi besar bagi para siswa. Jika dulu para santri harus bertaruh nyawa melawan penjajah fisik, maka tugas siswa di zaman sekarang adalah berperang melawan kemalasan dan hawa nafsu diri sendiri. Harapan besarnya, peringatan Hari Santri 2026 ini mampu mendongkrak semangat belajar anak-anak SDN Kondangjaya 1 agar terus maju menatap masa depan.
Redaksi ( Diana SH )













