Kompas Berita
Lap: Red
KARAWANG,KompasBerita my.id – Suasana kemeriahan menyelimuti Lapangan Bola Desa Pasirkamuning, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang. Ribuan warga dari berbagai penjuru berkumpul untuk menghadiri dan memeriahkan acara “Festival Rakyat Berbasis Budaya” yang diinisiasi oleh Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, pada Sabtu (17/10).
Program bertajuk “Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya” ini sukses memadukan unsur pelestarian adat lokal dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Agenda ini dihadiri langsung oleh Camat Telagasari Sri Redjeki, S.STP., MM., Kepala Desa Pasirkamuning Didin Marpudin, perwakilan Sekretariat DPRD Jabar, serta Anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil 4, Kang Abdul Aziz.
Sejak pukul 07.00 WIB, warga dari berbagai usia tampak antusias mengikuti senam bersama yang diikuti oleh kader-kader Posyandu, PKK, dan masyarakat sekitar. Setelahnya, pengunjung dimanjakan oleh pagelaran seni tradisional ruwatan desa dan iring-iringan dongdang. Keunikan terlihat dari kreativitas warga perwakilan tiap RT yang tampil jenaka mengenakan kebaya hingga kostum unik seperti tuyul demi memeriahkan pesta rakyat ini.
Hj. Sri Rahayu Agustina yang duduk di Komisi I DPRD Jawa Barat menjelaskan bahwa acara di Desa Pasirkamuning ini merupakan titik lokasi keempat dari rangkaian program serupa. Menurutnya, output utama yang ingin dikejar adalah mengangkat kembali potensi kebudayaan lokal yang berakar langsung dari desa.
“Setiap saya keliling, semua pengisi keseniannya berasal dari lingkungan sekitar desa tersebut. Seperti hari ini di Pasirkamuning, semuanya adalah seniman dan seniwati asli dari desa ini. Potensi budaya lokal inilah yang luar biasa dan harus kita angkat,” ujar Sri Rahayu di hadapan awak media.
Tidak hanya menyuguhkan hiburan, festival rakyat ini menghadirkan layanan publik terpadu yang langsung menyentuh kebutuhan harian warga. Bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Polres, dan Samsat, warga bisa mengurus dokumen administrasi secara kilat di tempat.
“Tadi warga yang mengurus KTP dan Kartu Keluarga (KK) menyampaikan rasa terima kasihnya. Biasanya mereka harus jauh-jauh datang ke kantor Capil, tapi hari ini dilayani langsung di desa dan hanya butuh waktu 5 sampai 10 menit langsung selesai semua. Selain itu, ada juga pelayanan perpanjangan SIM serta Samsat keliling,” tambah Sri Rahayu.
Kepedulian sosial juga menjadi pilar utama. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Fikri, posko pemeriksaan kesehatan gratis diserbu oleh warga yang ingin memeriksakan kondisi tubuh mereka. Di sektor ekonomi, perputaran pasar lokal terlihat bergeliat lewat hadirnya bazar yang memfasilitasi hampir 50 UMKM daerah. Antrean panjang ibu-ibu rumah tangga juga terlihat pada program Tebus Murah Sembako yang digelar melalui kolaborasi bersama Bulog.
Kepala Desa Pasirkamuning, Didin Marpudin, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya festival ini. Ia mengungkapkan bahwa pihak desa sebenarnya rutin mengagendakan kegiatan kebudayaan tahunan seperti ruwatan, namun sering kali terkendala keterbatasan anggaran. Kehadiran program reses berbasis festival dari DPRD Jabar ini dinilai menjadi solusi konkret yang saling mendukung program pemerintah desa dan daerah.
Sri Rahayu menegaskan bahwa seluruh anggaran kegiatan ini berasal dari Sekretariat DPRD Jawa Barat. Ia berkomitmen akan terus memperjuangkan agar program “Dewan Menyapa Warga” ini tetap dipertahankan ke depannya karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
“Kegiatan saya ini memang berbeda dengan teman-teman anggota dewan lainnya. Ini bentuk kecintaan dan cara kami agar bisa lebih dekat dengan konstituen. Di DPRD Jabar sendiri, kami memiliki berbagai agenda rutin mulai dari pengawasan pemerintahan seminggu sekali, pendidikan demokrasi, hingga dialog wakil rakyat,” jelasnya.
Menatap agenda ke depan, Sri Rahayu membocorkan bahwa pada akhir masa anggaran perubahan 2026, festival rakyat serupa dijadwalkan akan digelar di Desa Purwadana. Tak berhenti di situ, Komisi I DPRD Jabar juga tengah menggodok gagasan inovatif baru untuk tahun 2027.
“Insya Allah di tahun 2027 kami menyiapkan program yang lebih spesifik, seperti ‘Dewan Menyapa Teman’ yang dikhususkan bagi teman-teman disabilitas, serta ‘Dewan Menyapa Perempuan’ mengingat jumlah populasi perempuan di Karawang dan Jawa Barat sangat besar. Kami juga akan memperluas cakupan layanan kesehatan gratis terintegrasi dengan melibatkan puskesmas-puskesmas setempat,” pungkasnya.













