Kompas Berita
KARAWANG,KOMPAS BERITA my.id-4 November 2026 — Suasana di depan kawasan PT Pertek Indonesia, Kawasan Industri Karawang DMC, pada Rabu (4/11/2026) sore tampak ramai oleh kehadiran puluhan anggota organisasi masyarakat yang mengenakan atribut merah.
Mereka mengaku telah bersiaga sejak pukul 10.00 WIB untuk menunggu rencana aksi unjuk rasa yang sebelumnya telah diberitahukan oleh LSM Barak kepada pihak kepolisian dan pemerintah kecamatan.
Namun hingga pukul 15.00 WIB, bahkan menjelang pukul 16.00 WIB, massa aksi yang ditunggu tersebut tidak kunjung hadir di lokasi.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum MADAS, H. Muhammad Toha, saat diwawancarai awak media di lokasi pada Rabu (4/11/2026) sore.
“Sesuai dengan surat pemberitahuan oleh LSM Barak itu sendiri kepada Polres, Polsek, Camat, Polsek Cikampek, jam 10.00 kami sudah standby di sini. Karena mereka mau demo dengan waktu tersebut, tapi hingga jam 15.00 sore ini juga belum datang,” ujar H. Muhammad Toha.
Menunggu Lebih dari 6 Jam
Dalam keterangannya, H. Muhammad Toha menyebut pihaknya bersama anggota telah menunggu lebih dari enam jam di sekitar lokasi perusahaan pada Rabu (4/11/2026) tersebut.
Ia menilai, ketidakhadiran tersebut menjadi catatan tersendiri, mengingat rencana aksi itu sudah disampaikan secara resmi melalui surat pemberitahuan.
“Kami di sini sudah menunggu sekian jam, bahkan lebih dari enam jam. Tidak ada yang hadir, tidak ada yang datang,” katanya.
Pihaknya pun menegaskan bahwa kehadiran mereka di lokasi bukan untuk mencari keributan, melainkan untuk memastikan situasi tetap kondusif apabila aksi benar-benar digelar.
Imbauan Agar Tidak Mengganggu Perusahaan Mitra
Pada kesempatan itu, H. Muhammad Toha juga menyampaikan imbauan kepada semua pihak agar tidak mengganggu aktivitas perusahaan yang memiliki hubungan hukum dengan anggota MADAS.
Ia menegaskan, setiap penyampaian aspirasi melalui audiensi maupun unjuk rasa yang sudah memiliki pemberitahuan resmi akan tetap dihormati, namun harus berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan gangguan.
“Saya anjurkan, lain kali kalau anggota MADAS yang mendampingi, yang mempunyai hubungan hukum dengan salah satu perusahaan limbah, maka tolong jangan diganggu,” ujarnya.
“Karena kalau toh misalnya ada audiensi, apalagi unjuk rasa, pemberitahuannya sudah dilayangkan, kami tetap adalah menjadi garda terdepan.”
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah industri.
Ajak Semua Pihak Menahan Diri
Di akhir keterangannya, H. Muhammad Toha mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan tindakan adu domba.
Menurutnya, perbedaan pendapat dalam menyampaikan aspirasi seharusnya diselesaikan dengan cara yang tertib, bermartabat, dan sesuai prosedur hukum.
“Lebih baik jangan coba-coba, jangan adu domba. Kita sudah bisa melihat, makanya lebih baik jaga kondusifitas,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan pada Rabu (4/11/2026), belum ada keterangan resmi dari pihak LSM Barak terkait batal atau tidaknya aksi tersebut. Awak media juga masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak PT Pertek Indonesia dan aparat kepolisian setempat terkait surat pemberitahuan aksi dimaksud.
zaky













